Halo sahabat selamat datang di website reviewprodukhp.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Syarat dan Cara Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Syarat dan Cara Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan – Jaminan yang di berikan Jamsostek dulu namanya namun sekarang berubah menjadi BPJS adalah JHT (Jaminan Hari Tua). Iuran BPJS Ketenagakerjaan adalah 5.7% yang merupakan komponen iuran dari Perusahaan sebesar 3.7% dan dari Karyawan sebesar 2% dari Gaji Pokok. Pada waktu masih menggunakan nama Jamsostek gedung administrasinya masih digabung antara Ketenagakerjaan dan Kesehatan tetapi saat ini sudah di pisah setelah menggunakan nama BPJS.

Bagaimana cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan? Berapa lama pencairannya? Untuk mengetahui berapa lama pencairan BPJS Ketenagakerjaan, simak dulu yuk informasi lengkap terkait BPJS Ketenagakerjaan di bawah ini. 

Sama seperti asuransi lain, ketika mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK), setiap bulannya Anda harus bayar iuran yang dapat dicairkan semua saat sudah pensiun. Layanan ini disebut dengan Jaminan Hari Tua (JHT).

Tapi, bukan berarti jika Anda masih kerja terus gak bisa ambil uang itu sama sekali. Anda tetap bisa mencairkan dana dengan besaran 10 persen, 30 persen, atau 100 persen sekaligus.

Umumnya, mereka yang mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan karena butuh dana mendesak dann sudah berhenti dari pekerjaan. Karena itu, tak heran banyak yang ingin tahu berapa lama pencairan BPJS Ketenagakerjaan.

Lalu, bagaimana caranya biar saldo cepat cair dan terkirim ke rekening kita? Caranya dengan tahu mekanisme pencairan dana dan melakukannya dengan benar. Yuk, simak lengkapnya di bawah ini:

Semakin besar saldo JHT Anda maka bunga pengembangan dari BPJS yang diberikan semakin besar juga. Jika kita bandingkan dengan bunga Bank cukup jauh jadi sebenarnya jikapun anda sudah berhenti dari pekerjaan di Perusahaan, Saldo JHT tidak harus di ambil. Anda bisa biarkan sebagai tabungan dan perkembangan bunganya cukup baik.

Jikapun anda tetap ingin mengambil saldo JHT maka ada beberapa persyaratan yang wajib anda penuhi. Salah satu syarat utamanya jika anda keluar dari Perusahaan adalah Masa Aktif Kartu minimal 5 tahun dan sudah benar benar dikeluarkan dari Perusahaan. Sebelum datang ke Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan untuk menyerahkan berkas pengambilan JHT maka pastikan dengan pihak HRD Perusahaan bahwa anda sudah dikeluarkan. Anda juga harus memiliki surat pengalaman kerja habis kontrak atau biasa disebut packlaring.

Persyaratan Dokumen Klaim JHT (Jaminan Hari Tua), Peserta wajib membawa Dokumen "Asli" dan "Fotocopy"

  1. Kartu Peserta Tenaga Kerja
  2. KTP (Kartu Tanda Penduduk) Tenaga Kerja
  3. KK (Kartu Keluarga) Tenaga Kerja
  4. Surat Keterangan Pemberhentian dari Perusahaan atau penetapan Pengadilan Hubungan Industrial
  5. Formulir JHT (F5) yang telah di isi
  6. Buku Tabungan Tenaga Kerja
  7. NPWP(Untuk Saldo di atas 50 Juta).

Lengkapi syarat syarat yang di sebutkan di atas dan lakukan contreng pada Formulir di bawah ini bahwa data Asli dan Fotocopy anda sudah ada.

Isi Formulir F5 dengan lengkap, Formulir ini bisa anda dapatkan pada security BPJS Ketenagakerjaan

Surat Pernyataan pengambilan JHT yang sudah di tandatangani di atas Materai oleh Tenaga Kerja

Anda bakal diminta mengisi beberapa hal terkait perusahaanmu, seperti nama perusahaan, berapa lama Anda bekerja di sana, dan gaji terakhirmu.

Setelah mengisi semua data itu, Anda bakal diminta tanda tangan di atas materai. Kemudian, customer service bakal melakukan verifikasi biar gak terjadi kesalahan data.

Kalau data sudah dipastikan benar semua, customer service bakal menginformasikan kalau saldo BPJS Ketenagakerjaan bakal masuk ke rekening Anda kurang di 14 hari.

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan di bank dan online

Namun sekarang berbeda caranya apalagi di tengah pandemi virus corona kemaren banyak karyawan perusahaan yang di rumahkan ataupun di PHK, Karena Anda diharuskan terlebih dulu untuk daftar online sebelum kembali datang untuk melengkapi berkas Anda.

Pendaftarannya di situs resminya di https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/

Waktu sudah masuk ke situs itu, Anda bakal diminta scan dan upload semua dokumen dalam bentuk .jpeg, .jpg, .png, .bmp, atau .pdf dengan masing-masing ukuran antara 100 KB sampai 1,9 MB. Kalau sudah semua, tinggal tunggu dana masuk ke rekeningmu deh. jika masih gagal lakukan pencairan bpjs ketenagakerjaan di daerah Anda.

Cara ini tentu saja bikin lebih gampang. Cocok banget buat Anda yang sibuk dan gak punya banyak waktu luang.

Namun, jika dibanding pengajuan langsung, cara ini biasanya memakan waktu lebih lama. Soalnya kan semua kita lakukan sendiri, gak dibantu sama customer service. Jika bingung, ya harus cari tahu dulu di Internet atau tanya orang lain.

Sekarang tinggal ditimbang-timbang aja deh Anda mau pilih yang mana. Yang pasti ya itu tadi, biar cepat cair Anda wajib memastikan semua dokumen sudah disiapkan.

Aturan pencairan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan

Bagi Anda pekerja yang ingin mencairkan saldo HJT BPJS Ketenagakerjaan, bisa lho. Tentu saja, pencairannya harus dipenuhi dengan beberapa syarat dan ketentuan mencairkan saldo HJT BPJS Ketenagakerjaan.

Dikutip dari artikel yang diunggah di situs BPJS Ketenagakerjaan, saldo JHT bisa diambil dalam besaran 10 persen, 30 persen, atau sampai 100 persen tanpa harus menunggu usia kepesertaan 10 tahun dulu atau batas minimal 56 tahun. 

Aturan baru yang mengatur hal ini adalah Peraturan Pemerintah (PP) No 60 tahun 2015 yang mulai berlaku sejak 1 september 2015, menggantikan Peraturan Pemerintah (PP) No 46 tahun 2015. 

Perubahan aturan ini tentunya menjadi harapan bagi peserta BPJSTK yang membutuhkan dana tambahan mendesak dan ingin saldo JHT-nya cair dalam waktu singkat. 

Lantas, apa saja syarat yang harus dipenuhi kalau ingin mencairkan klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan? 

Pencairan 10 persen dan 30 persen

Pencairan JHT sebesar 10 persen bisa dilakukan untuk persiapan pensiun dan pencairan 30 persen untuk kepemilikan rumah. 

Syarat yang harus Anda penuhi sebelum mencairkan JHT sebesar 10 persen atau 30 persen, antara lain:

  1. Peserta minimal sudah bergabung selama 10 tahun dan peserta masih aktif bekerja di perusahaan. 
  2. Fotokopi kartu BPJS TK/Jamsostek dengan membawa yang asli. 
  3. Fotokopi KTP atau Paspor Peserta dengan menunjukkan yang asli. 
  4. Fotokopi KK (Kartu Keluarga) dengan menunjukkan yang asli. 
  5. Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan. 
  6. Buku rekening tabungan yang aktif. 
  7. Khusus untuk pencairan saldo JHT 30 persen hanya perlu menambahkan dokumen perumahan. 

Pencairan 100 persen JHT

Selain pencairan 10 persen dan 30 persen saldo JHT. Pencairan ini, selain untuk peserta yang sudah mencapai usia pensiun, juga bisa dilakukan bagi karyawan yang terkena PHK atau resign. Anda juga bisa mencairkan 100 persen alias seluruh saldo yang Anda punya. Syaratnya apa saja? Ini dia:

  1. Sudah berhenti bekerja (terkana PHK atau resign). 
  2. Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan. 
  3. Paklaring (Surat pengalaman bekerja/surat keterangan sudah berhenti bekerja). 
  4. KTP atau SIM. 
  5. Kartu Keluarga (KK). 
  6. Buku Tabungan untuk Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan. 
  7. Fotokopi minimal sebanyak 1 lembar untuk masing-masing dokumen di atas. 
  8. Lengkapi juga pas foto 3×4 dan 4×6 masing-masing 4 rangkap. 

Nah, apabila kita sudah melengkapi semua dokumen di atas, bagaimana prosedur selanjutnya?

  1. Datangi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Lebih baik Anda datang lebih awal demi mendapat nomor antrean lebih awal. Atau, Anda juga bisa memanfaatkan layanan antrean online yang bisa diambil di situs resmi BPJS Ketenagakerjaan. Ana akan dihubungi via email dan telepon jam berapa Anda harus datang ke kantor bpjs.
  2. Datang dengan membawa dokumen persyaratan yang diperlukan untuk klaim saldo JHT BPJS. Siapkan dokumen asli dan dokumen fotokopi. 
  3. Mengisi formulir pengajuan klaim JHT. 
  4. Setelah mendapat nomor antrean. Silakan menunggu sesuai urutan nomor.
  5. Menandatangani surat pernyataan sedang tidak bekerja di perusahaan manapun. 
  6. Ceklis kelengkapan berkas. 
  7. Panggilan wawancara dan foto. 
  8. Bila semua syarat terpenuhi, maka seluruh saldo JHT akan ditransfer ke nomor rekening bank. 

Pajak pencairan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan

Yang wajib Anda ingat dalam pencairan klaim JHT adalah pajak yang dikenakan terhadap saldo yang tersimpan. Dalam pencairan saldo JHT dengan nilai di atas Rp50 juta, Anda butuh melampirkan dokumen NPWP atau fotokopinya. 

Jaminan hari Tua ini masuk dalam penghasilan yang menjadi objek pajak penghasilan (PPh pasal 21). Besaran pajak yang dikenakan atas JHT ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 68 tahun 2009 tentang Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan Berupa Uang Pesangon, Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua, dan Jaminan Hari Tua yang dibayarkan sekaligus. 

Pasal 5 dalam beleid tersebut menyebutkan bahwa tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 atas penghasilan berupa uang manfaat pensiun, tunjangan hari tua, atau jaminan hari tua ditentukan sebagai berikut:

  • Sebesar 0% atas penghasilan bruto sampai dengan Rp  50.000.000.
  • Sebesar 5% atas penghasilan bruto di atas Rp50.000.000.

Artinya, untuk pencairan 100 persen, pajak hanya dikenakan terhadap saldo JHT dengan besaran Rp 50 juta ke atas. Ketentuan ini hanya berlaku untuk pencairan sekaligus, yakni dalam hal sebagian atau seluruh pembayarannya dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 tahun kalender.

Sedangkan untuk pencairan JHT sebagian, baik yang 10 persen atau 30 persen, pengenaan pajak progresif sesuai ketentuan tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU Pajak Penghasilan:

Sampai dengan Rp 50.000.000, tarif 5 persen

  • Di atas Rp 50.000.000 sampai dengan Rp 250.000.000, tarif 15 persen
  • Di atas Rp 250.000.000 sampai dengan Rp 500.000.000, tarif 25 persen
  • Lebih dari Rp 500.000.000, tarif 30 persen
  • Pajak akan dipotong langsung oleh BPJS Ketenagakerjaan, sehingga peserta menerima uang (penghasilan) bersih.

Syarat pencairan saldo JHT BPJSTK kalau masuk bekerja

Bagi Anda yang masih aktif bekerja dan ingin mencairkan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan, bisa. Pencairan ini tidak perlu harus menunggu masa pensiun Anda tercapai. Syaratnya, peserta yang dapat mencairkan saldo JHT adalah pekerja kepesertaan minimal selama 10 tahun.

Proses pencairan klaim JHT bagi peserta yang masih aktif sebagai pegawai mengikuti protokol yang telah ditetapkan oleh BP Jamsostek. Nah, pencairan ini bisa dilakukan secara online melalui aplikasi BPJSTK.

Namun, pencairan saldo di tengah masa kerja hanya bisa dilakukan sebesar 10 persen atau 30 persen saja. Pencairan JHT 10 persen untuk persiapan pensiun atau keperluan lain, sementara pencairan 30 persen untuk keperluan kepemilikan rumah. 

Nah, syarat-syaratnya apa saja, tetap berlaku seperti yang dijelaskan di atas.

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Jika Kartu Hilang

Nah jika kartu Anda hilang, Bagaimana jika kita mau menarik dana BPJS Ketenagakerjaan? Saat akan melakukan pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan, tapi mempunyai kendala kartunya hilang, Anda tidak usah khawatir. Anda bisa melakukan beberapa hal ini.

  • Terlebih dahulu, buatlah laporan surat kehilangan dari kepolisian.
  • Pastikan Anda ingat nomor kartu BPJS Ketenagakerjaan kamu karena bisa jadi nomor itu dicantumkan dalam surat laporan kehilangan atau diminta untuk verifikasi data di kantor BPJS Ketenagakerjaan.
  • Selanjutnya, Anda dapat langsung datang ke kantor cabang BPJS terdekat dan mengurus pencairan dana.

Cara cek saldo BPJS Ketenagakerjaan

Sebelum And mencairkan mungkin masih penasaran dan gak tahu berapa jumlah dana yang terkumpul di BPJS Ketenagakerjaan. Untuk mengecek berapa jumlah saldo JHT Anda, kini bisa dilakukan dengan beragam cara.

Selain bisa dilihat di kantor cabang BPJS ketenagakerjaan, Anda juga bisa melihatnya secara online dengan mengunjungi situs BPJS Ketenagakerjaan https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/.

Selain lewat situs resminya, Anda juga bisa mengeceknya lewat SMS dengan format

Daftar(spasi)SALD0#NO_KTP#tanggal_lahir(HH-BB-TTTT#No_Peserta#Email(jika ada) lalu kirim ke nomor 2757. Nah, usai nomormu terdaftar kamu bisa langsung mengecek saldo JHT dengan mengetik SALDO(spasi)No_Peserta lalu kirim ke 2757.

Jika berkas sudah lengkap dan di nyatakan OK maka dana JHT tidak akan keluar pada hari itu juga tetapi anda harus menunggu sekitar 2 minggu baru dana JHT di transfer ke Rekening yang anda berikan (Ingat wajib menggunakan Rekening Bank anda sendiri dan tidak boleh diwakilkan).

Itu tadi informasi cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, syarat dan ketentuannya, aturan pencairannya, hingga cara cek saldonya. Semoga informasi di atas bermanfaat! Selamat mencoba dan semoga Berhasil.

Itulah tadi informasi mengenai Syarat dan Cara Mencairkan Dana BPJS Ketenagakerjaan dan sekianlah artikel dari kami reviewprodukhp.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.